BBM + BLSM VS Keynes

Indonesia sebagai Negara yang menjuluki dirinya sebagai salah satu negara yang berfahamkan welfare state atau negara kesejahteraan tidak dapat dilepaskan dengan pemikiran Keynesian sbeagai landasan dasar pelaksanaan negara faham negarakesejahteraan. Keynesian muncul dalam kancah pemikiran ekonomi semenjak bukukarya fenomenal Genera Theory milik John Maynard Keynes seorang pemimpin aliranCambridge baru muncul. Pemikiran Keynesian ini muncul untuk menolak beberapa pemikiran yang ada sebelumnya sekaligus bisa dikatan

menyelamatkan

pemikiranekonomi kapitalisme.Pemikir Keynesian menyebutkan bahwa sistem perekonomian kapitalis tidak stabil sehingga menyebabkan fluktuasi dalam berjalannya sistem ekonomi ini.Keberlangsungan yang tidak tentu serta terjadinya fluktuasi membuat permintaan

 
agreggat menjadi tidak dapat dipertahankan sehingga berdampak hancurnya perekonomian negara tersebut. Hal ini dapat kita lihat dalam peristiwa yang terjadi padatahun 1930-an yang dikenal sebagai peristiwa Depresi Besar.Pada pemikiran klasik telah membentuk sebuah alur yang berputar dalam halreproduksi. Pada alur yang telah dibuat ini menunjukan bahwa setiap apa sajah yangdikeluarkan harus masuk kembali kedalam perputaran alur tersebut. Pengeluaran darisetiap individu nantinya akan menjadi pemasukan individu tersebut juga. Seprti yangtelah dijelaskan perusahaan sangat susah untuk menntukan barang yang akandiproduksi. Hal ini dkarenakan produk yang akan diproduksi akan tergantung pada panawaran yang ada pada saat itu. Dan apabila terjadi penurunan modal dalam bentuk  pabrik dan peralatan produksi akan sangat tidak berguna.Alur perputaran dari arus ekonomi ini meemiliki dampak yang penting bahwasetiap perubuhaan pada output akan menyebabkan pertumpukan. Apabila terjadi penambahan atau pengurangan akan menghantar pada masa depan yang ssemakin bertambah ataupun berkurang daripada kontinuitas keberlanjutan repoduksi hal inimenybebakan proses ekonomi menjadi tak stabil.Investasi berbeda dengan tabungan. Investasi justru akan memperkaya produksidari suatu persuahaan. Namun keputusan investasi tersebut dilihat dari penawaran yangada saat ini sehingga dapat memprediksi penawaran yang akan ada di masa depan,walaupun hal tersebut belum pasti namun stigma yang timbul adalah jika saat ini penawaran saja jelak apalagi di masa depan. Investasi akan menambah nilai produksiyang jelas juga akan menambah nilai investasi itu sendiri juga. Maka keputusan untuk menambah nilai produksi dari perusahaan akan menambah daya beli dari para pekerjayang turut menambah nialai permintaan di berbagai sektor sehingga investasi akan terustumbuh.Dalam pasar modalpun menurut pemikir keynesian tidak dapat menjaminstabilitas dari pasar. Pasar modal yang ditandai dengan akumulasi fixed capital seperti pabrik-pabrik dan peralatan yang tersimpan akibat dari fluktuasi pasar membuat pabrik dan peralatan
menjadi terlihat „old style‟ sehingga tidak dapat bersaing dengan
 perusahaan yang memiliki pabrik dan peralatan yang lebih baru. Perusahaan yang
berpikir jangka panjang akan memperhatikan fixed capital yang dapat digunakan untuk  beberapa periode dan juga tidak mudah dijual. Kebanyakan perusahaan dengan pendekakan jangka pendek yang sangat susah menghadapi fluktuasi yang akan terjadi.Pada intinya, ekonomi akan dapat berjalan di negara yang menerapkan sistemekonomi kapitalis ketika mencapai full employment. Dan cara untuk mencapai fullemployment dalam pandangan Keynesian adalah perlu adanya campur tangan dari pemerintah. Dan kebijakan pemrintah untuk dapat mengembalikan masyarakat yang belum mencapau full employment adalah dengan cara penarikan pajak dan pengaturankebijakan fiscal seperti pengeluaran sosial yang merupakan cirikhas dari negara-negarakesejahteraan.Tanpa turut serta campur tangan dari pemerintah maka perminataan akansemakin menurun dalam sistem ekonomi kapitalis. Pemasukan yang ditujukan kepada perusahaan akan digunakan untuk dua hal yaitu simpanan invesatasi serta untuk  produksi hal ini sama pula dengan individau mengguanakan pendapatannay untuk tabungan, investasi dan konsumsi. Yang menjadi masalah adalah ketika kebanyakandari perusahaan dan individu yang memilih untuk menabung disbanding investasi.Kegiatan menabung menurut pandangan Keynesian adalah perilaku yang sangat buruk karena akan menajadi penyebab utama dari terjadi kehancuran pola alur dimana uangakan ditarik dari alur yang seharusnya berjalan.Dengan efek multiplier maka setiap orang akan berpotensi untuk menabung sertamengurangi pengeluarannya. Mengurangi pengeluaran sama halnya denganmengeurangi permintaan terhadap barang dan jasa yang disediakan. Keputusan produksidihasilkan melalui permintaan terhadap barang yang diproduksi. Dengan menurunnya penawaran maka turun pula produksi barang yang ada. Karena berkurangnya produksidari barang maka akn menurunkan pula nilai investasinya. Karena keputusan investasi berasal dari produksi barang yang dihasilkan pada saat itu. Karena produksi dikurangidan investasi berkurang maka permintaan terhadap tenaga kerjapun dibatasidan bahkandikurangi. Dnegan ini maka akan terjadi PHK atau bisa disebut dalam pasar tenaga kerjatidak ada titik temu antara permintaan dan penawaran tenaga kerja. Efek ini akanmenjadi berlipat ganda karena semakin masyarakat tidak dapat memenuhi kebutuhan
 hidupnya karena tidak memiliki sumber pemasukan dan yang terjadi adalah DepresiBesar.
Keynesian menjawab tantangan tantangan Indonesia: BBM VS BLSM
Setelah menjabarkan dua bahasan yaitu masalah kasus ekonomi politik yang adadi Indonesia yaitu pro kontra kenaikan BBM serta pengadaan BLSM dan juga pendekatan Keynesian dalam menjelaskan peran pemerintahan dalam menstabilkan perekonomian khusus didalam negara-negara kesejahteraan, saya akan mencoba untuk menguruaikan fenomena kenaikan BBM serta pengadaa BLSM dalam sudut pandang pendekatan ekonomi politik Keynesian.Keynesian akan dengan lantang mengungkapkan bahwa mereka akan lebih baik memilih untuk meng-amin-i kenaikan BBM serta pengadaan BLSM bagi masyarakatmiskin pada tanggal 1April 2012 yang lalu. mengapa para Keynesian lebih memilihuntuk pro terhadap kebijakan kenaikan BBM serta BLSM akan dijelaskan selanjutnya. Namun, sebelumnya akan dianalisis dampak yang akan ditimbulkan ketika pemerintahlebih memilih untuk tetap pada subsidi BBM dalam pandangan kacamata Keynesian.Apabila pemerintah lebih setuju untuk tetap meneruskan subsidi BBMnyaketimbang menaikan BBM makan pemerintah juga akan menyumbang untuk
“multiplier kehancuran ekonomi”. Multiplier kehancuran ekonomi yang dimaksudkan
disini adalah setiap hari kehancuran maka akan semakin didepan mata. Bayangkan sajadengan kondisi Indonesia saat ini dimana jurang pemisah antara si kaya dan si miskinsemakin lebar banyak daya beli masyarakat semakin menurun akibat dari akumulasikekayaan dari si kaya dan akumulasi kemiskinan dari si miskin. Ketidakmampuan darisi miskin akan menurunkan permintaan terhadap barang yang diproduksi secara perlahan. Menurunnya permintaan akibat kecenderugnan masyarakat yang lebih sukauntuk menabung menarik peredaran uang dari alur sistem ekonomi.Dengan berkurangnya permintaan terhadap barang yang di produksi maka akanmempengaruhi keputusan produksi yang akan semakin dibatasi. Produksi yang semakindibatasi akibat dari penurunan permintaan menyebabkan dalam bidang investasipunturut lesa tak berdaya. Dengan produksi yang dibatasi serta investasi semakin lesu makaakan tidak mungkin PHK akan terjadi dimana-mana. Dengan adanya PHK ini
permintaan akan semakin lama akan semakin berkurang hingga pada saatnya akanterjadi depresi besar yang seperti terjadi pada tahun 1930-an.Jadi, pada intinya dengan kebijakan alokasi dana tetap untuk subsidi BBM akanmemperluas jurang perbedaan antara si miskin dan si kaya bahkan bisa lebih buruk lagimenghantarkan pada kehancuran. Kebijakan ini juga tidak menempatkan mereka yangtidak memiliki kemampuan untuk konsumsi menjadi prioritas. Seperti pada teorimultiplier yang diungkapkan oleh penganut Keynesian bahwasanya pajak yang ditarik dari masyarkat dengan penghasilan tersebut nantinya akan disalurkan untuk masyarakatyang tidak memiliki kemampuan konsumsi untuk melakukan konsumsi sehinggamenambah permintaan agregat. Namun, yang terjadi kebalikannya pajak ditarik untuk dinimati oleh kalangan atas lagi sehingga mereka tetap dapat menabung dengan nyamanserta tidak ada peningkatan permintaan agregat.Berbeda halnya ketika pemerintah memutuskan untuk menggunakan alokasidana subsidi tersebut untuk kebijakan BLSM (Bentuan Langsung SementaraMasyarakat). Menurut pandangan Keynesian tindakan tersebut akan membuat permintaan agregat bertambah walaupun terdapat inflasi. Hal ini diakrenakan golonganorang kaya yang tidak terpengaruh terhadap kebijakan kenaikan BBM tentu saja masihakan membeli BBM dengan cara yang biasanya. Subsidi BBM yang berasal dari APBNdigunakan untuk BLSM masyarakat miskin yang digunakan untuk konsumsi.Walaupun BLSM hanya akan diimplementasikan beberapa bulan saja, kesiapan perusahaan untuk ekspansi dengan permintaan akan barang yang semakin meningkatakhirnya akan menarik tenaga kerja yang semakin banyak pula. Nilai investasi akansemakin berkembang dan alhasil akan mempengaruhi seluruh aspek perputaran prosesekonomi. Jadi, kebijakan ini dapat dikatakan sebagai sebuah tindakan bijak yang dapatdiambil pemerintah untuk meningkatkan perekonomian di sektor ekonomi makro.
Kesimpulan
Fenomena isu kenaikan BBM serta pemberian BSLM kepada masyarakat miskinmenjadi sesuatu momok yang menakutkan bagi masyarakat akibat berbagai media yangmembesar-besarkan berita. Akibat dari media ini masyarakat keburu menjadi paranoiddengan kebijakan kenaikan BBM yang akan dikeluarkan pada bulan april 2012 tersebut

 
Padahal yang sebenarnya mereka telah terjebak dalam permainan dari partai politik dalam memperebutkan simpati dari masyarakat karena semakin mendekati pemilu presiden tahun 2014.Indonesia sebagai salah satu negara yang mengatakan sebagai negarakesejahteraan maka pengeluaran sosial merupakan hal yang penting dalam perjalananekonomi. Hal ini dapat dijelaskan dengan sudut pandang para penganut Keynesiansebagai landasan negara kesejahteraan. Apabila negara memutuskan untuk tetapmelanjutkan dengan subsidi BBM maka pajak yang ditarik dari si kaya akan kembali kesi kaya sehingga tidak terjadi penambahan permintaan agregat. Sehingga perkenomianIndonesia masih berada dalam keadaan fluktuasi atau tidak stabil bahkan bisa sampaiterjadi depresi besar.Hal yang lain akan terjadi apabila pemerintah Indonesia akan menerapakankebijakan menaikan BBM dan memberikan BLSM. Kebijakan ini akan memberikan penambahan pemrintaan agregat karena jatuhnya pajak yang ditarik dari si kaya menujuke si miskin. Walaupun kebijakan BLSM ini akan diadakan hanya pada beberapa bulanawal saja, kesiapan dari efek multiplier telah menumbuhkan ekonomi yang kuatdisemua sektor sehingga tidak diperlukan BLSM dan menjadikan Indonesia sebagainegara ekonomi yang kuat.Semua hal diatas akan berjalan dengan baik dengan syarat yang cukup beratyaitu pemerintahan yang kuat dan solid. Namun, melihat pemerintahan yang terombang-ambing dengan berbagai macam partai politik yang berusaha merebut simpati darimasyarakat membuat masyarakat terjebak dalam pemikirn yang salah sehingga banyak tindakan amoral yang dilakukan seperti penimbunan hingga berspekulasi di pasar saham

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s