“Baca Ini!!” Kajian Kebijakan Konversi Dari BBM Ke BBG Untuk Kendaraan

RINGKASAN
Peningkatan jumlah kendaraan dari tahun ke tahun di Indonesia meningkat pesat, hal
liD menimbulkan berbagai dampak, diantaranya meningkatnya penggunaan bahan bakar
minyak (BBM) sedangkan cadangan minyak di dalam negeri semakin sedikit sehingga
pemerintah harus mengimpor minyak dan berdampak langsung pada pengalokasian dana
untuk subsidi BBM tersebut. Selain masalah subsidi dan meningkatnya pemakaian BBM,
dampak yang tidak kalah penting adalah mengenai pencemaran udara, semakin banyak
kendaraan bermotor maka semakin besar pula polusi yang dihasilkannya. Oleh karena itu,
perlu pergantian BBM ke bahan bakar yang ramah lingkungan, salah satunya adalah bahan
bakar gas (BBG ).

Dalam Kajian ini telah dilakukan pengumpulan data, baik data sekunder yang
diambil dari literatur dan website, juga telah dilakukan audiensi dengan instansi terkait seperti
Dishub Kota Bandung, BPLHD Jawa Barat, Dishub Propinsi Jawa Barat, Dishub Kota Bogor,
Dishub Kota Cirebon, Perusahaan Gas Negara dan Dishub Kota Bekasi. Dari data-data yang
didapat dari instansi tersebut kemudian data yang ada dianalisis sehingga menghasilkan
rekomendasi kajian sementara yang kemudian dibahas lagi pada saat acara Round Table
Discussion (RTD) yang mengundang instansi terkait dan pihak swasta. Hasil dari RTD ini
dirumuskan dalam bentuk rekomendasi yang isinya antara lain : program konversi dari BBM
ke BBG perlu dijadikan sebagai program nasional, dibentuk koordinator yang tugasnya
mengkoordinir dan mensinergikan instansi-instansi yang terkait yang akan mengatur pasokan
gas untuk transportasi, harga gas dll., lembaga/badan independen yang menguji peralatan
konversi, standar yang sudah ada di Indonesia harus diperjelas lagi, dan bukan hanya untuk
converter kit saja, tetapi untuk stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) serta bengkel yang
menangani kendaraan dengan BBG. Untuk keamanan dan pendataan yang baik diperlukan
juga system monitoring untuk kendaraan dengan BBG.

Karena kajian ini difokuskan untuk kondisi Propinsi Jawa Barat, maka untuk
Propinsi Jawa Barat diusulkan untuk melakukan suatu rencana program konversi dari BBM
ke BBG untuk kendaraan, terutama daerah-daerah yang berpotensi dengan adanya saluran
pipa gas serta jumlah kendaraan (terutama kendaraan umum), seperti Bogor, Depok, Bekasi,
Cirebon dll.

Jumlah kendaraan roda 4 di kabupaten!kota yang berpotensi tersebut sebanyak 878.505
unit dan pada tahun pertama kendaraan terse but dikonversi ke BBG sebanyak 10% dan
kenaikan setiap tahunnya sebesar 5%. Dari total selama 5 tahun kendaraan yang dikonversi
sebanyak 263.554 unit kendaraan. Dengan banyaknya populasi kendaraan yang dikonversi
tersebut, maka SPBG yang harus disediakan selama 5 tahun adalah sebanyak 351 SPBG.
Total tersebut didapat berdasarkan perhitungan 1 SPBG dapat melayani 750 kendaraan.
Dengan investasi sebesar 3,16 triliyun rupiah bisa mendapatkan keuntungan sebesar
14,9 triliun rupiah yang berupa penghematan subsidi dan penghematan bahan bakar. Konversi
tersebut akan memberikan pengurangan emisi C02 selama 5 tahun sebesar 3.074,8 ton dan
akan menghasilkan CDM sebesar US$ 772.385. Selain hal itu bila program konversi ini
berjalan sesuai rencana maka industri peralatan konversi di dalam negeri juga akan
berkembang pesat, dan secara otomatis jumlah lapangan kerja juga akan meningkat.

selangkapnya silahkan download Kajian Kebijakan Konversi Dari BBM Ke BBG Untuk Kendaraan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s